INTANNEWS.COM — Sebanyak 17 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) mulai memberikan layanan pendidikan pada tahun ajaran 2026/2027.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bermutu melalui integrasi layanan antarjenjang, sarana dan prasarana, serta pembelajaran dalam satu ekosistem pendidikan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyebut beroperasinya SNT sebagai salah satu tonggak dalam pengembangan sistem pendidikan nasional.
Konsep SNT diarahkan untuk memperkuat kesinambungan layanan pendidikan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya sekolah.
Pemerataan Jadi Tantangan
Pembangunan fasilitas pendidikan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pembelajaran.
Pemerintah sebelumnya menyampaikan program revitalisasi satuan pendidikan dengan target perbaikan puluhan ribu sekolah pada 2026. Dalam Sidang Tahunan MPR 2026, Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan target renovasi sekolah hingga beberapa tahun ke depan.
Tantangan berikutnya adalah memastikan kualitas guru, lingkungan belajar, teknologi pembelajaran, serta akses pendidikan dapat berkembang secara seimbang.
Pendidikan yang merata pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh keberadaan bangunan sekolah, tetapi juga kualitas pengalaman belajar yang diterima setiap murid.