JAKARTA, INTANNEWS.COM — Perekonomian Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. Pertumbuhan tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi domestik masih terjaga di tengah dinamika perekonomian global.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 tumbuh 3,73 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Secara semesteran, ekonomi Indonesia pada semester I 2026 tumbuh 5,45 persen.
Dari sisi produksi, sektor Pengadaan Listrik dan Gas mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 10,81 persen secara tahunan.
Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah tumbuh 15,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Jawa Masih Mendominasi
Pulau Jawa masih menjadi kontributor terbesar terhadap struktur ekonomi nasional.
BPS mencatat kelompok provinsi di Pulau Jawa memberikan kontribusi sebesar 56,47 persen terhadap perekonomian Indonesia pada triwulan II 2026 dan tumbuh 5,65 persen secara tahunan.
Angka tersebut menunjukkan besarnya peran Jawa dalam aktivitas ekonomi nasional.
Namun, pertumbuhan ekonomi juga perlu dilihat dari dampaknya terhadap masyarakat, termasuk daya beli, lapangan kerja, investasi, serta perkembangan usaha kecil dan menengah.
Dengan pertumbuhan yang masih berada di atas lima persen, tantangan pemerintah berikutnya adalah menjaga momentum tersebut sekaligus memastikan manfaat pertumbuhan dapat dirasakan lebih luas.